Minggu, 16 Oktober 2011

Jangan Cukur Dulu, Please...


Pokoknya jangan cukur dulu. Diam Pak, Bapak. Engkau belum tahu kegundahan hatiku. Besok rabu foto redaksi, Anda tahuuu? Dan, well.. aku benci ini, tapi kuberitahu, kepalaku seperti semangka kalau habis cukur rambut. KAU SENANG? HA! KAU SENANG? Makadari itu, jadi... tekadku sudah bulat. Rambutku akan tetap gondrong sampai selepas foto redaksi. Tetap jelek, sih. Tapi paling tidak itu nggak terlalu buruk. Deal, ya? Jangan cukur dulu? Al-Fatihah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar