Minggu, 23 Oktober 2011

Anak IPS Ikut Bimbel = Sia-sia?

Bismillahirrahmanirrahim...

Lagi dilanda kebingungan, nih. Dan butuh lebih banyak perenungan. Kemarin aku barusan masuk sebuah bimbel. Harga yang dipatok untuk satu tahun memang lumayan 'wow'. Tapi ortu menyanggupi dan aku nggak lagi ungkit-ungkit masalah itu. Kesan minggu pertama.. yeah, good. Enjoy. Materinya masuk otak.

Tapi kemudian sebuah momen percakapan bikin aku muter otak. Aku, anak IPS, ikut bimbel? Apa nggak sia-sia belaka, tuh? Apalagi ditambah dengan fakta akumulasi biaya yang sedikit disinggung tadi. Bisa bayangkan kan? Well, anak IPS kasarannya emang cuma modal apalan. Matematikanya bisa dibilang lumayan gampang lah. Sedangkan akuntansi? Bisa jadi itu sulit. Tapi kalau yang sulit cuma segelintir kenapa harus ikut bimbel yang notabene mengambil 3/4 pelajaran dari pelajaran inti?

Aku nggak pintar. Tapi aku juga nggak telmi. Aku cuma malas belajar. Tapi aku juga sangat ingin masuk Perguruan Tinggi NEGERI yang bukan ecek-ecekan. Tapi nasib dan rejeki di masa depan juga enggak serta merta ditentukan oleh faktor lulusan PTN mana.

Pertanyaannya: Bener nggak, sih? Salah nggak, sih? Sia-sia nggak, sih? Duduk permasalahannya udah jelas. Misalkan nih, kalau aku berkasta Brahmana, aku enggak akan mikir apa aku harus keluar duit buat masuk bimbel atau enggak. Santai aja. Anggap itu pengisi waktu luang.

Nah, terus gimana kalau kenyataannya kastaku itu Waisya? Masih perlukah ikut bimbel kalau nerima materi di sekolah saja sudah (cukup) nyantol? Apakah enggak terlalu neko-neko kalau anak IPS ikut bimbel? Bingung? Aku lebih bingung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar