Ceritanya setelah mengalami penjurusan di awal semester satu, akhirnya tanpa terduga namaku tercantum di kelas XI IPS 1. Horeee.. sesuatu yah. Pikirku saat itu, asyik IPS unggulan. Hehe.. Oh ya bagi yang belum tahu apa itu XI IPS 1, ini dia ada definisi singkatnya:
"XI IPS 1 adalah gudang anak-anak berbakat, suara-suara satwa, dan juga bintang iklan. Memiliki ciri khas keragaman gaya bicara yang unik antar tiap anggota, kekompakan untuk belajar justru di saat ujian, dan memiliki akreditasi buruk di mata para guru." - Lailatul Mubarokah, Stabilitator Kelas.
"XI IPS 1 merupakan sebuah lembaga sosial dan area belajar yang bersifat semi panti rehabilitasi, yayasan, rumah sakit jiwa, tempat penemuan bakat terpendam, dan panggung drama, yang memiliki jumlah populasi sebanyak 34 orang." - Fatchur Maulana, Bendahara Kelas.
Nah, sekilas penggambarannya seperti itu kawan-kawan. Apa adanya, dan tanpa rekayasa. Bagi yang penasaran sama wujud asli kelasku, ini ada sedikit gambarnya:
Gambar satu titik satu.
(Tulisan sebenarnya sih R. KELAS XI IPS 1. Tapi salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab (sebut saja namanya Bunga) menempelkan tempelan tidak senonoh (stiker, red))
Asal tahu saja, kelas IPS masuk dalam jajaran pengawasan tingkat tinggi dengan markas pantauan dari ruang guru. Hal ini memungkinkan terjadinya ketidakleluasaan gerak saat jam kosong, mengingat warga IPS suka kabur main futsal ke aula atau sekedar bolak-balik beli minum ke KOPSIS. Untungnya suasana kelas yang fleksibel bagi semua anak membuat warganya (alhamdulillah) nyaman.
Gambar satu titik dua.
(Tampak depan)
Gambar satu titik tiga.
(Tampak belakang)
Loh? Kok sepi? Pada kemana?
Kebetulan lagi jam kosong dan sebagian warganya bermigrasi ke titik-titik favorit mereka masing-masing.
Wah, langit-langitnya kok ada yang bolong?
Dari dulu memang gitu kaleeeee.... -_______-
Di tempat inilah aku hidup. Kelas yang katanya paling parah dari keempat kelas IPS yang ada. Menghabiskan 7 jam hampir setiap hari dalam seminggu. Merasakan suka, duka, emosi, kejengkelan, dan lain sebagainya. Jadi siswa IPS itu harus serba sabar dan menata mental dengan baik ._. Karena nggak cuma satu jenis anak dengan satu jenis tujuan yang bakalan kamu hadapi. Untunglah, teman satu bangkuku baik hati dan rajin menabung. Tadaaaaaan!
Gambar dua titik satu.
(And her name iiiiiiissss... Yulita Widiasputri. Kita suka joget Bonamana kalau lagi gak ada kerjaan :">)
Yulita ini salah satu spesies langka di rancah perhelatan XI IPS 1. Dia bisa menirukan suara anak kecil yang agak-agak mirip anak SLB. Beberapa yang lain diantaranya:
1. Indah Novi - Sama kayak Yulita. Mereka biasanya ngobrol dengan tatanan bahasa yang terlalu mudah dicerna. O ya, Novi ini juga punya kemampuan sendawa super.
2. Yusuf a.k.a Acol - Mantan Tarzan (kayaknya). Mampu menirukan gaya suara beberapa satwa. Aku curiga dia masih satu peranakan dengan Fathiyah.
3. Badrus - Hobi berorasi. Punya aksen pengucapan 'S' yang aduhai.
4. Fahmi - Punya gerak refleks mata di atas manusia normal.
5. Priyo a.k.a Ampok - Sulit terdefinisikan.
Kebayang nggak sih orang-orang kayak begitu ngumpul dalam satu kelas? Rasanya kayak menari sama paus akrobatis, makan mie sama paus akrobatis, digebukin paus akrobatis.... *korban iklan* Tuhan memang maha adil. Sisi baiknya kelas kita dikasih satu stabilitator yang sangat mengayomi tugasnya. Tipe-tipe penyabar, penyayang, dan soleh-solehah. Memperkenalkan....
Gambar dua titik dua.
(Lailatul Mubarokah a.k.a Muslimah! Paling pintar di kelas. Ranking paralel. Sebangku sama Dewi a.k.a Gonjenk yang baru-baru ini ditipu orang. Kasihan kasihan...)
Dulunya aku sempat agak nggak betah disini. Soalnya kan aku anaknya agak pasif dan kurang gerak gitu ._. Eh tapi makin lama, makin bisa eksplor diri bersama penghuni-penghuni yang lain. So, setelah kurang lebih tujuh bulan disana, aku jadi semakin yakin kalau pilihanku masuk ke IPS itu BUKAN suatu KESALAHAN. Yeah, walaupun kemarin hari sempat ada konflik salah paham yang membuatku jadi hilang respek sama beberapa orang. But, tak apalah.. Yang penting enjoyyyy!!!
Eh bentar, ada bonus satu lagi:
Gambar tiga titik satu.
(Sssst.. mereka lagi main game klasik ABC. Nebak nama pemain sepak bola lah, nama iklan lah, nama ortu mereka masing-masing lah.. Daftar kunci jawabannya aja lebih panjang daripada sensus penduduk -_______-)







